DOGIYAI, Ratusan warga mengamuk dan membakar habis Kantor Bupati
Dogiyai di Kota Moanemani Dogiyai, Provinsi Papua, Senin (27/8). Aksi
ini dipicu keputusan Mahkamah Konstitusi terkait sengketa Pemilukada
Dogiyai.
Semula massa berunjuk rasa menolak putusan MK terkait sengketa Pilkada Kabupaten Dogiyai. Massa makin marah setelah mengetahui K
Semula massa berunjuk rasa menolak putusan MK terkait sengketa Pilkada Kabupaten Dogiyai. Massa makin marah setelah mengetahui K
PUD dan DPRD tidak menolak putusan MK.
Warga berubah jadi beringas dan melakukan pengrusakan, hingga akhirnya
membakar kantor bupati. Seluruh bangunan kantor bupati itu pun sekejap
ludes.
Aparat Polsek Dogiyai yang tiba di lokasi sesaat setelah pembakaran, tak dapat berbuat banyak karena kalah jumlah dengan massa yang mengamuk. Akibat insiden itu, suasana kota Dogiyai terlihat lengang. Aktivitas pemerintahan pun lumpuh.
Sebelumnya massa juga membakar kantor KPU Kabupaten Dogiyai. Massa yang marah ini diduga pendukung salah satu kandidat Bupati Dogiyai periode 2012-2017.
MK sebelumnya menyatakan pasangan Thomas Tigi-Herman Auwe memenangi Pilkada Dogiyai dengan memperoleh 28.155 suara, melebihi pasangan Anthon Iyowau-Clara Apapa Gobay 21.952 suara, serta pasangan Natalis Degey-Esau Magay 26.463 suara.
Putusan ini berbeda dengan data KPU Dogiyai yang menetapkan Natalis Degey-Esau Magay sebagai pemenang dengan 29.084 suara. Perolehan ini jauh di atas dukungan Thomas Tigi-Herman Auwe, 24.992 suara, serta Anthon Iyowau-Clara Apapa Gobay 22.490 suara.
Aparat Polsek Dogiyai yang tiba di lokasi sesaat setelah pembakaran, tak dapat berbuat banyak karena kalah jumlah dengan massa yang mengamuk. Akibat insiden itu, suasana kota Dogiyai terlihat lengang. Aktivitas pemerintahan pun lumpuh.
Sebelumnya massa juga membakar kantor KPU Kabupaten Dogiyai. Massa yang marah ini diduga pendukung salah satu kandidat Bupati Dogiyai periode 2012-2017.
MK sebelumnya menyatakan pasangan Thomas Tigi-Herman Auwe memenangi Pilkada Dogiyai dengan memperoleh 28.155 suara, melebihi pasangan Anthon Iyowau-Clara Apapa Gobay 21.952 suara, serta pasangan Natalis Degey-Esau Magay 26.463 suara.
Putusan ini berbeda dengan data KPU Dogiyai yang menetapkan Natalis Degey-Esau Magay sebagai pemenang dengan 29.084 suara. Perolehan ini jauh di atas dukungan Thomas Tigi-Herman Auwe, 24.992 suara, serta Anthon Iyowau-Clara Apapa Gobay 22.490 suara.
-->
Oleh Ipouga Dogomo.
Seorang Putri Papua (Dogiyai-mauwa pouya) yang sering dipanggil Ronalda Veronika Dogomo telah kembali menjuarai lomba tarik suara antar SMP se-Kabupaten Nabire pada beberapa waktu silam. Dilihat, Ronalda Veronika Dogomo memiliki bakat dan kemampuan berkualitas dalam seni mengolah suara yang pantas bisa dikatakan sebagai artis lokal papua – nabire, putri Mauwa (Dogiyai).
Seorang Putri Papua (Dogiyai-mauwa pouya) yang sering dipanggil Ronalda Veronika Dogomo telah kembali menjuarai lomba tarik suara antar SMP se-Kabupaten Nabire pada beberapa waktu silam. Dilihat, Ronalda Veronika Dogomo memiliki bakat dan kemampuan berkualitas dalam seni mengolah suara yang pantas bisa dikatakan sebagai artis lokal papua – nabire, putri Mauwa (Dogiyai).
Ayahnya yang dikenal sebagai seorang musisi, menjadi inspirasi bagi Ronalda Veronika Dogomo untuk melaju mengenali di dunia seni mengolah suara. Ronalda Veronika Dogomo mulai menunjukkan suara khasnya sejak kecil sehingga Dia optimis selalu melibatkannya dalam kegiatan gereja untuk membawakan lagu-lagu.
lanjut, Ronalda Veronika Dogomo, Gadis kelahiran Jayapura Mei 1996 ini, telah mengeluarkan album perdananya tahun 2008, dengan melirik lagu-lagu ciptaannya sendiri. Dan Ronalda kini mulai optimis konsentrasi untuk mengeluarkan album keduanya namun terjadi konplikasi karena belum memadainya penunjang sarana perekaman album keduanya.
Ona sudah koleksi 12 lagu hasil ciptaan sendiri dan bapaknya sejak dahulu, sehingga kalau tidak berhalangan pada fasilitas studio serta kesibukan Ronalda dengan belajar, maka album kedua berupa kaset CD akan berupaya denan maksimal siap dikeluarkan pada bebe.rapa waktu kedepan nanti.
Sejak Taman Kanak-kanak Ronalda yang biasa disebut Ona ini, mulai dilibatkan orang tuanya untuk menjadi vokalis di salah satu Group Music Daerah yang dipimpin ayahnya yaitu Melabi. Selain itu putri dari Frans Dogomo dan Rudiwina Tekege ini, mulai meningkatkan kariernya dengan mengisi berbagai acara dan kegiatan. Suara yang khas membuat Ona semakin meningkat popularitasnya. Sehingga semakin dikenal masyarakat dan mulai diundang dalam berbagai kegiatan untuk mengisi acara, baik yang resmi maupun acar biasa, seperti hari HUT 17 Agustus dan acara lainnya.
Kendatipun Ronalda memiliki kemampuan dalam seni tarik suara yang bagus namun belum bisa dikembangkan kariernya lebih jauh. Keterbatasan finansial, fasilitas maupun sarana menjadi kendala bagi dirinya untuk dapat mengembangkannya., kemampuan Ona tidak diragukan lagi, karena dalam mengolah suara cukup bagus.
Ronalda memang memiliki potensi untuk bersaing dikancah nasional dimasa mendatang. Apa lagi Ia memiliki kemampuan dan bakat alam yang cukup khas dan itu merupakan sebuah talenta yang Tuhan berikan pada Ronalda, sehingga harus dipupuk sejak dini agar suatu kelak ada nilai pless baginya.
Gadis Dogiyai-Mauwa-Pouya berkelahiran jayapura yang sehari-harinya menghabiskan waktu bersama adiknya yang masih bayi ini, akan merilis album keduanya pada beberapa waktu mendatang. Sebenarnya kesiapan untuk merekam sudahsejak lama siap tetapi tertunda karena faktor finansial dan minimnya fasilitas studio yang menunjang perekamnnya.
Semoga saja, Ronalda Veronika Dogomo (putri Dogiyai-mauwa-Dadiyai) mendapatkan dukungan terutama dari instansi terkait agar tidak mengalami kendala seperti sekarang dalam mengembangkan kariernya.
Kotoran sapi dan babi, merupakan situasi kesehatan lignkungan masyarakat di Pusat Ibukota kabupaten Dogiyai. Banyak kotoran sapi dan ternak babi bertebaran di jalan raya hingga masuk di pusat kota termasuk jalan raya Kabupaten, di depan kantor pemerintahan Bupati, DPRD serta lokasi publik lainnya.
Kondisi tersebut sebenarnya berbahaya bagi kesehatan manusia maupun
pemandangan wajah kota kabupaten berumur 4 tahun tersebut. “Walaupun pernah
terjadi wabah kolera 3 tahun lalu, sekarang kotoran sapi dan babi masih
dijumpai di depan rumah, di jalan, bahkan di halaman perkantoran kabupaten.
Akibat kotoran ternak Sapi dan Babi yang bertebaran di tempat umum, banyak
anak, orang dewasa maupun orang tua sering menginjaknya tanpa alas kaki ataupun
pengaman lainnya. Walau belum nampak gejala klinis langsung, namun Dinas
Kesehatan setempat sering melalui Pos Pelayanana Terpadu (Posyandu) sering
mengkampanyekan pentingnya kesehatan lingkungan dan bahaya kotoran ternak
peliharaan tetapi tidak tahu, kenapa masyarakat membiarkan hewan piharaan di
tempat umum? Ini merupakan sebuah kesadaran kita semua masyarakat dogiyai dalam
hal pengamanan ternak kita sesua pada tempatnya dalam proses pemeliharaannya.
Terus terang, kotoran ternak yang bertebaran tersebut disebabkan
karena tidak ada kandang ternak, kecuali beternak dengan sistim ikat, dan
antar jemput ke lokasi rerumputan di siang hari. “Kalau buat pagar, sekarang
kayu pagar sudah mahal (perkubik sekitar 2 sampai 3 juta rupiah-. Selain areal
perkantoran, kotoran ternak babi dan sapi tersebut memadati halaman rumah warga
sejumlah di Kampung seperti Ekimanida, Mauwa, Digikotu, Epeida, Komakago dan
sekitarnya di sekitar kota kabupaten mapun ada sejumlah kampung lainnya.
Dampak lain akibat ternak yang dilepas bebas di Dogiyai, telah merugikan
kebun dan tanaman milik warga tetangga pemilik ternak. meliki kebun yang
berhektaran lahannyanya seperti tebu, umbi-umbian dan sayuran dimakan babi yang
dilepas. Kalau ada babi yang pernah dipanahkan oelh orang sampai mati, jangan
permasalahkan dan salah siapa? Kita Sendiri.
Pemerintah daerah setempat melalui intansi terkait, seperti dinas kesehatan, peternakan dan lingkungan, wajib memberikan perhatian yang serius terhadap pengambilan tindakan dari masalah yang sedang dihadapinya demi kedepannya menjadi dogiyai yang aman, nyaman, dan bersih dalam dinamika yang berefektif.
Pemerintah daerah setempat melalui intansi terkait, seperti dinas kesehatan, peternakan dan lingkungan, wajib memberikan perhatian yang serius terhadap pengambilan tindakan dari masalah yang sedang dihadapinya demi kedepannya menjadi dogiyai yang aman, nyaman, dan bersih dalam dinamika yang berefektif.
