-->
Kualitas memberi Motivasi dapat diartikan
sebagai kekuatan seseorang yang dapat
menimbulkan tingkat persistensi dan antusiasmenya dalam melaksanakan suatu
kegiatan, baik yang bersumber dari dalam diri individu itu sendiri (motivasi
intrinsik) maupun dari luar individu (motivasi ekstrinsik).
Beberapa
kuat motivasi yang dimiliki individu akan banyak menentukan terhadap kualitas
perilaku yang ditampilkannya, baik dalam konteks belajar, bekerja maupun dalam dalam
kehidupan lainnya.
B.
Fungsi dan Pengaruh Motivasi
Motivasi mempunyai fungsi yang penting
dalam belajar, karena motivasi akan menentukan intensitas usaha belajar yang
dilakukan siswa dalam masa proses evolusi pada tingkat pengembangan kemampuan
berpikir atau pengembangan intelek. Motivasi
juga diartikan pila bahwa para siswa yang memiliki motivasi tinggi, belajarnya
lebih baik dibandingkan dengan siswa yang motivasi belajarnya rendah.
Secara filosofi ada tiga fungsi
motivasi, yaitu :
- Mendorong
manusia untuk berbuat. Motivasi dalam hal ini merupakan motor penggerak
dari setiap kegiatan yang akan dikerjakan ;
- Menuntun
arah perbuatan, yakni ke arah tujuan yang hendak dicapai, dengan demikian
motivasi dapat memberi arah, dan kegiatan yang harus dikerjakan sesuai
dengan rumusan tujuannya ;
- Menyeleksi
perbuatan, yakni menentukan perbuatan-perbuatan apa yang harus dikerjakan
yang serasi guna mencapai tujuan, dengan menyisihkan perbuatan-perbuatan
yang tidak bermanfaat bagi tujuan tersebut.
C. Upaya
Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa
- Seorang
guru/ pemerintah hendaknya mampu
mengoptimalisasikan penerapan prinsip belajar, pada prinsipnya harus
memandang bahwa dengan kehadiran siswa di kelas merupakan suatu motivasi
belajar yang datang dari siswa.
- Guru/pemerintah
hendaknya mampu mengoptimalisasikan unsur-unsur dinamis dalam
pembelajaran, karena dalam proses belajar, seorang siswa terkadang dapat
terhambat oleh adanya berbagai permasalahan. Hal ini dapat disebabkan oleh
karena kelelahan jasmani ataupun mental siswa. Untuk itu upaya yang
dapat dilakukan adalah dengan cara :
- memberi
kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan hambatan belajar yang di
alaminya ;
- pemerintah
dan Guru hendaknya membuka peluang pengembangan SDM semasa usia dini
dengan membantu pengadaan buku-buku paket di setiap sekolah, perpustakaan
dan meberikan peluang kepada semasa usia dini dalam pengembangannya
dengan cara mengadakan olimpiade lokal daerahnya.
- meminta
kesempatan kepada orang tua siswa agar memberikan kesempatan kepada siswa
untuk beraktualisasi diri dalam belajar ;
- memanfaatkan
unsur-unsur lingkungan yang mendorong belajar ;
- menggunakan
waktu secara tertib, penguat dan suasana gembira terpusat pada perilaku
belajar ;
- merangsang
siswa dengan penguat memberi rasa percaya diri bahwa ia dapat mengatasi
segala hambatan dan pasti berhasil.
- Guru
mengoptimalisasikan pemanfataan pengalaman dan kemampuan siswa. Perilaku
belajar yang ditunjukkan siswa merupakan suatu rangkaian perilaku yang
ditunjukkan pada kesehariannya. Untuk itu, maka pengalaman yang diberikan
oleh guru terhadap siswa dalam meningkatkan motivasi belajar menurut
Dimyati dan Mudjiono (1994) adalah dengan cara :

0 komentar