• Beranda
  • MOTIVASI
  • CATATAN HARIAN
  • DOGIYAI NEWS
  • LAPORAN PL-1 MUDA PRAJA IPDN
  • Liên kết

    Text widget

    WELCOME TO DOGOMOUPOUGA BLOG

    tabber

    PAPUA NEWS

    Total Tayangan Laman

    Archive footer

    • ▼  2013 (2)
      • ▼  Agustus (1)
        • SEKITAR 600 ANAK PAPUA KULIAH GRATIS DI PTN SELURU...
      • ►  Januari (1)
    • ►  2012 (38)
      • ►  November (5)
      • ►  Oktober (11)
      • ►  September (1)
      • ►  Juni (11)
      • ►  Mei (2)
      • ►  April (6)
      • ►  Februari (2)
    • ►  2011 (4)
      • ►  November (4)

    Archive

    • ▼  2013 (2)
      • ▼  Agustus (1)
        • SEKITAR 600 ANAK PAPUA KULIAH GRATIS DI PTN SELURU...
      • ►  Januari (1)
    • ►  2012 (38)
      • ►  November (5)
      • ►  Oktober (11)
      • ►  September (1)
      • ►  Juni (11)
      • ►  Mei (2)
      • ►  April (6)
      • ►  Februari (2)
    • ►  2011 (4)
      • ►  November (4)

    Labels

    • AGAMA (8)
    • CERPEN (4)
    • DOGIYAI (5)
    • DOGIYAI NEWS (3)
    • IMOTIVASI (10)
    • MEEUWODIDE NEWS (1)
    • MEUWODIDE NEWS (1)
    • MOTIVASI (8)
    • PAPUA NEWS (3)
    • PENDIDIKAN (2)
    • POLITIK (5)
    • VIDEO (1)

    Label

    • AGAMA (8)
    • CERPEN (4)
    • DOGIYAI (5)
    • DOGIYAI NEWS (3)
    • IMOTIVASI (10)
    • MEEUWODIDE NEWS (1)
    • MEUWODIDE NEWS (1)
    • MOTIVASI (8)
    • PAPUA NEWS (3)
    • PENDIDIKAN (2)
    • POLITIK (5)
    • VIDEO (1)

    Labels

    • AGAMA (8)
    • CERPEN (4)
    • DOGIYAI (5)
    • DOGIYAI NEWS (3)
    • IMOTIVASI (10)
    • MEEUWODIDE NEWS (1)
    • MEUWODIDE NEWS (1)
    • MOTIVASI (8)
    • PAPUA NEWS (3)
    • PENDIDIKAN (2)
    • POLITIK (5)
    • VIDEO (1)

    Category

    • AGAMA (8)
    • CERPEN (4)
    • DOGIYAI (5)
    • DOGIYAI NEWS (3)
    • IMOTIVASI (10)
    • MEEUWODIDE NEWS (1)
    • MEUWODIDE NEWS (1)
    • MOTIVASI (8)
    • PAPUA NEWS (3)
    • PENDIDIKAN (2)
    • POLITIK (5)
    • VIDEO (1)

    Downloads

    Ads 468x60px

    Browsers

    Software Zone

    Arsip Blog

    • ▼  2013 (2)
      • ▼  Agustus (1)
        • SEKITAR 600 ANAK PAPUA KULIAH GRATIS DI PTN SELURU...
      • ►  Januari (1)
    • ►  2012 (38)
      • ►  November (5)
      • ►  Oktober (11)
      • ►  September (1)
      • ►  Juni (11)
      • ►  Mei (2)
      • ►  April (6)
      • ►  Februari (2)
    • ►  2011 (4)
      • ►  November (4)

    Followers

    Othet Recent

    Blog Archive

    • ▼  2013 (2)
      • ▼  Agustus (1)
        • SEKITAR 600 ANAK PAPUA KULIAH GRATIS DI PTN SELURU...
      • ►  Januari (1)
    • ►  2012 (38)
      • ►  November (5)
      • ►  Oktober (11)
      • ►  September (1)
      • ►  Juni (11)
      • ►  Mei (2)
      • ►  April (6)
      • ►  Februari (2)
    • ►  2011 (4)
      • ►  November (4)

    Featured Posts

    Pages

    sideCategory2

    mainpageads

    More Article »

    narrowsidebarads

    More Article »
    Diberdayakan oleh Blogger.

    Popular Posts

    • SUATU PROBLEMA YANG DIHADAPI DALAM MENDIDIK, MEMBINA, MEMOTIVASI TERHADAP PAUD.
      Pada urgensinya. pendidikan bukanlah tempat yang murni dari permasalahan, masih banyak faktor memacu yang membuat lingkungan sekolah tida...
    • SEKITAR 600 ANAK PAPUA KULIAH GRATIS DI PTN SELURUH INDONESIA
      Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Unit Percepatan Pembangunan Papua dan Papua Barat (UP4B) bersama Majelis Rektor (MRPTNI) memberi...
    • RENCANA VISI MISI
      RENCANA VISI MISI KABUPATEN DOGIYAI VISI Terwujudnya D...
    • MENJADI PRIBADI YANG LEBIH PERCAYA DIRI
      --> Tuhanku Yang Maha Perkasa, Terima kasih atas pengertian bahwa: Rasa percaya...
    • 10 CIRI WANITA YANG LAYAK DIJADIKAN ISTRI
      Sebuah ulasan yang harus di pahami bagi kaum pria mengenai beberapa  ciri wanita yg baik untuk pantas dijadikan sebagai seorang istri...
    • BELAJAR DARI PENGALAMAN INDIVIDU
      KOYAOO  Ijinkan saya mencoba menulis sedikit motivasi untuk diri kita sendiri, untuk hidup kita h...
    • JADIKAN PILKADA TANPA KEKERASAN POLITIK
      Suasana dan kiprah politik menjelang Pilkada Kab Dogiyai, mulai menampakan aktivitasnya. Berbagai upaya promosi dan tali persahabatan sema...
    • MENGATASI RASA TAKUT
      by, Mario Teguh Sahabatku yang baik hatinya, yang rindu membebaskan hati dari rasa takutnya, katakanlah ini sebagai kalimatm...
    • DINAMIKA KESUKSESAN
      --> Di suatu sore hari, tampak seorang pemuda tengah berada di sebuah taman umum. Dari raut...
    • UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI BAGI PAUD
      --> A.      Pengertian Motivasi Kualitas memberi Motivasi dapat diartikan sebagai kekuatan ...

    Search

PAPUA DAPUR DUNIA

  • Home
  • World
  • US
  • Business
    • Category
      • Category
      • Category
      • Category
      • Category
    • Category
    • Category
    • Category
  • Entertainment
  • Sports
  • Technology
  • Editor's picks
  • Top Stories
    • Category
    • Category
    • Category
    • Category
You are here : Home »
Tampilkan postingan dengan label PENDIDIKAN. Tampilkan semua postingan

-->
A.      Pengertian Motivasi
Kualitas memberi Motivasi dapat diartikan sebagai kekuatan  seseorang yang dapat menimbulkan tingkat persistensi dan antusiasmenya dalam melaksanakan suatu kegiatan, baik yang bersumber dari dalam diri individu itu sendiri (motivasi intrinsik) maupun dari luar individu (motivasi ekstrinsik).
Beberapa kuat motivasi yang dimiliki individu akan banyak menentukan terhadap kualitas perilaku yang ditampilkannya, baik dalam konteks belajar, bekerja maupun dalam dalam kehidupan lainnya.
 
B.       Fungsi dan Pengaruh Motivasi
Motivasi mempunyai fungsi yang penting dalam belajar, karena motivasi akan menentukan intensitas usaha belajar yang dilakukan siswa dalam masa proses evolusi pada tingkat pengembangan kemampuan berpikir atau pengembangan intelek.  Motivasi juga diartikan pila bahwa para siswa yang memiliki motivasi tinggi, belajarnya lebih baik dibandingkan dengan siswa yang motivasi belajarnya rendah.
Secara filosofi ada tiga fungsi motivasi, yaitu :
  1. Mendorong manusia untuk berbuat. Motivasi dalam hal ini merupakan motor penggerak dari setiap kegiatan yang akan dikerjakan ;
  2. Menuntun arah perbuatan, yakni ke arah tujuan yang hendak dicapai, dengan demikian motivasi dapat memberi arah, dan kegiatan yang harus dikerjakan sesuai dengan rumusan tujuannya ;
  3. Menyeleksi perbuatan, yakni menentukan perbuatan-perbuatan apa yang harus dikerjakan yang serasi guna mencapai tujuan, dengan menyisihkan perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat bagi tujuan tersebut.


C.      Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa
Dalam rangka mengupayakan agar motivasi belajar siswa tinggi pada seusia dini, hendaknya seorang Guru dan pemerintah selalu memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
  1. Seorang guru/ pemerintah  hendaknya mampu mengoptimalisasikan penerapan prinsip belajar, pada prinsipnya harus memandang bahwa dengan kehadiran siswa di kelas merupakan suatu motivasi belajar yang datang dari siswa.
  2. Guru/pemerintah hendaknya mampu mengoptimalisasikan unsur-unsur dinamis dalam pembelajaran, karena dalam proses belajar, seorang siswa terkadang dapat terhambat oleh adanya berbagai permasalahan. Hal ini dapat disebabkan oleh karena kelelahan jasmani ataupun mental siswa.  Untuk itu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan cara :
    1. memberi kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan hambatan belajar yang di alaminya ;
    2. pemerintah dan Guru hendaknya membuka peluang pengembangan SDM semasa usia dini dengan membantu pengadaan buku-buku paket di setiap sekolah, perpustakaan dan meberikan peluang kepada semasa usia dini dalam pengembangannya dengan cara mengadakan olimpiade lokal daerahnya.
    3. meminta kesempatan kepada orang tua siswa agar memberikan kesempatan kepada siswa untuk beraktualisasi diri dalam belajar ;
    4. memanfaatkan unsur-unsur lingkungan yang mendorong belajar ;
    5. menggunakan waktu secara tertib, penguat dan suasana gembira terpusat pada perilaku belajar ;
    6. merangsang siswa dengan penguat memberi rasa percaya diri bahwa ia dapat mengatasi segala hambatan dan pasti berhasil.
    7. Guru mengoptimalisasikan pemanfataan pengalaman dan kemampuan siswa. Perilaku belajar yang ditunjukkan siswa merupakan suatu rangkaian perilaku yang ditunjukkan pada kesehariannya. Untuk itu, maka pengalaman yang diberikan oleh guru terhadap siswa dalam meningkatkan motivasi belajar menurut Dimyati dan Mudjiono (1994) adalah dengan cara :
*       siswa ditugasi membaca bahan belajar sebelumnya, tiap membaca hal-hal penting dari bahan tersebut dicatat.
*       guru memecahkan hal yang sukar bagi siswa dengan cara memecahkannya.
*       guru mengajarkan cara memecahkan dan mendidik keberanian kepada siswa dalam mengatasi kesukaran.
*       guru mengajak serta siswa mengalami dan mengatasi kesukaran.
*       guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mampu memecahkan masalah dan mungkin akan membantu rekannya yang mengalami kesulitan.
*       guru memberi penguatan kepada siswa yang berhasil mengatasi kesulitan belajarnya sendiri.
*       guru menghargai pengalaman dan kemampuan siswa agar belajar secara mandiri.

Pada urgensinya. pendidikan bukanlah tempat yang murni dari permasalahan, masih banyak faktor memacu yang membuat lingkungan sekolah tidak aman. Bukan saja karena eksistensi serta formalitiaas yang tidak memadai namun yang paling dominan adalah faktor individual yang ditimbulkan oleh perbuatan siswa itu sendiri, sehingga lembaga-lembaga pendidikan yang dipercaya dapat mendidik siswa menjadi pihak utama yang harus bertanggung jawab atas kenakalan-kenakalan yang dilakukan baik yang disengaja maupun tidak. Adapun beberapa hal yang mempengaruhi proses belajar siswa:
a.      Faktor keluarga
Sudah sewajarnya bahwa keluarga terutama orang tua memelihara dan mendidik anak-anaknya dengan rasa kasih sayang, perasaan kewajiban dan tanggung jawab yang ada pada orang tua untuk mendidik anak-anaknya timbul dengan sendirinya secara alami tidak karena dipaksa atau dibuat-buat, begitu juga kasih sayang yang diberikan pada anaknya harus tulus dan ikhlas, namun suatu hal yang mengenal pikiran seiring dengan perkembangan zaman, banyak orang tua yang melupakan tanggung jawabnya, tujuan utama mereka bukan ingin mendidik anaknya menjadi orang sukses, tetapi lebih mementingkan charier demi kemashurannya dirinya, tidak ada perasaan saling menghargai antara suami istri, kehidupan rumah tangga hanyalah simbolis sehingga kebiasaan buruk yang sering kali terjadi terulang adalah pertengkaran, dari hal inilah yang sangat mempengaruhi mental anak, seharusnya yang diembannya sebagai siswa menjadi tempat pengembangan dirinya dengan dukungan keluarga menjadi terbalik justru yang dicatat adalah ketidakwenangan, konsentrasi belajar buyer, hidupnya berantakan, itu semua muncul pengaruhnya dari keadaan keluarga yang tidak harmonis dan tenteram sehingga anak kekurangan kasih sayang dan perhatian dari orang tua karena anak butuh dukungan dalam belajar. setidaknya ketika dalam belajar ada orang tua disampingnya dengan serta menemani dan membimbing sehingga hasilnya dapat dirasakan jika anak mendapatkan perhatian penuh dari orang tua.
b.      Faktor lingkungan
Kehidupan masyarakat juga berpengaruh pada konsentrasi belajar anak, karena kondisi yang tidak memungkinkan dapat memperburuk keadaan terutama bagi anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah. Kehidupan sosial merupakan kebutuhan utama masyarakat untuk saling berinteraksi, saling menghargai dan menyayangi dan untuk mengenal sosial, namun kehidupan tidak akan selamanya melahirkan dampak positif pasti ada sisi negatif yang tidak dapat kita pungkiri terutama bagi siswa/pelajar yang masih mengenyam dibangku pendidikan sekolah. Jika faktor lingkungannya bagus dan masih menjunjung tinggi nilai-nilai pendidikan, maka keberadaan status sebagai siswa dapat dihargai dan mendapat dukungan penuh juga memiliki banyak kesempatan untuk mengaplikasikan kemampuan serta kelebihan yang dimiliki siswa lebih tenang untuk belajar, karena tidak ada pengaruh-pengaruh lingkungan negatif. Sebaliknya jika lingkungan rusak maka ini menjadi suatu kekhawatiran siswa sehingga siswa tidak bisa menjalankan rutinitas belajarnya dengan tenang, setiap saat ada masalah yang ditimbulkan dari masyarakat yang tidak senang yang berusaha memprofokatori siswa agar terjerumus kedalam lingkungan yang tidak sehat. Faktor lingkungan ini begitu besar pengaruhnya yang dapat menimbulkan kesenjangan status sosial.

c.       Pergaulan Remaja
Sebagai manusia remaja mempunyai berbagai macam kebutuhan yang menuntut untuk dipenuhi dan merupakan pola sumber dari pada timbulnya berbagai masalah didalam dirinya terutama dalam rangka penyesuaian diri terhadap lingkungannya. Remaja tidak akan pernah bisa menghindari dengan yang namanya pergaulan bebas apalagi remaja yang masih duduk di bangku sekolah. Interaksi sosial yang begitupun kental sesama siswa menimbulkan satu ikatan yang tidak dapat dipisahkan bagi persahabatan apapun dilakukan walaupun harus mengorbankan harga dirinya. Hal ini cenderung dilakukan karena ada sesuatu yang mendorong dan akhirnya berdampak negatif, jika siswa sudah terjerumus kedalam pergaulan bebas, maka sekolah nya akan berantakan, konsentrasi belajar tidak konsisten, cenderung melakukan hal-hal yang membuat dirinya senang, otomatis bangku sekolah bukanlah sesuatu yang menyenangkan lagi hanya dijadikan sebagai retinitis setiap hari, siswa lebih suka berhura-hura demi memuaskan diri tetapi merugikan dalam proses belajar serta hanya menuruti keinginan hawa nafsunya.
Faktor-faktor tersebut di atas yang sangat dominan menjadi salah satu pemicu yang sangat berpengaruh pada psikis anak dalam mengenal dunia pendidikan.

by. Dogomo Ipouga
Postingan Lama Beranda
  • Recent Posts
  • Comments
Advertisement AGAMA

Daily Video

Page

  • Beranda
  • MOTIVASI
  • CATATAN HARIAN
  • DOGIYAI NEWS
  • LAPORAN PL-1 MUDA PRAJA IPDN
PAPUA NEWS
' }, itemTemplate: '
{{title}}
' }); });

Photos on Flickr

2010 Simplex Enews. All rights reserved.
Designed by SimplexDesign