Seiring dengan hal tersebut diatas, maka suatu hal tindakan
tradisi yang sedang berkembang di pelosok pegunungan tengah Papua khususnya di
meuwodide sudah terkenal yang diidentik dengan tradisi budaya kerja Togel yang
bukan pada tradisi budaya kerja asli yang turun temurun dari nenek moyang kita,
leluhur kita. Sebab dengan tradisi
tersebut, maka kita belum tahu akibat yang akan kita alami nantinya seketika
kita berpartisipasi dalam tradisi togel tersebut.
Dampak negatif/ Akibat dari pengaruh tradisi togel:
1.
Hilangnya budaya kerja individu
2.
Mengundang masalah lain yang berakibatkan dari
permainan togel seketika individu menjadi agen atau transaksi togel.
3.
Kehidupan keluarga menjadi kurang sederhana
4.
Hilangnya identitas pribadi sebagai seorang
manusia yang berakal yang jiwanya seorang lelaki atau perempuan tangguh dalam
menghadapi dan memenuhi kebutuhan kehidupan keluarga.
5.
Awal Membuka dan mengajar pengaruh negatif
terhadap anak-anak dan adik2 serta yang
massa perkembangannya masih jauh ketimbang massa Orang tua yang berakibatkan
massa depan menjadi buntuh
6.
Dekadensi dalam budaya kerjasama.
7.
Dan hilangnya dasar-dasar budaya kerja asli
lainnya.
Seketika kita melihat hal-hal yang menjadi dampak togel,
perlunya ada kesadaran dan refleksikan secara individu dan kita harus meberi
pengaruh positf terhadap orang2 kita yang sudah terlibat dalam melakukan tindakan
yang menjadi agen/ transaksi dalam game
togel. Sebab ini merupakan hal yang sangat urgensi terhadap kehidupan kita
kedepannya. Jika kita hanya melihat dan mebiarkan terhadap orang2 kita di
Meuwodide yang sudah berpatisipasi dalam
transaksi Togel tanpa ada saran dan masukannya, kita belum tahu kapan akan
terjadi harinya terhadap hilangnya identitas diri kita sebagai orang koteka
yang berdomisili di pelosok Meuwodide yang selama ini sudah terkenal yang
diidentik dengan budaya BETERNAK, BERTANI DAN BUDAYA KERJA lainya yang selalu
di aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari akan terbawah arusnya dengan
perkembangan budaya modernisasi, dan tetap saja akan punah dan hilang secara bergiliran budaya
kerja kita orang meuwodide yang sudah lama di identik dengan tradisi yang
bersifat turun temurun yang sudah lama sejak ditanamkan oleh leluhur kita
sebagai tonggak dasar usaha kita meuwodide.
Kalau bukan kita yang menjadi agen pembaharuh dan agen scanisasi
terhadap pengaruh budaya asing dan pengaruh globaliasi yang bersifat
negatif terhadap mempertahankan budaya
kerja yang sudah ada dasar yang turun temurun dari leluhur kita di meuwodide,
siapa lagi yang akan menjadi pribumu di Meuwodide? Ini merupakan suatu hal
sangat mendesak secara individual dan tugas kita bersama selalu eksis
mempertahankan budaya kita sebagai Orang Koteka, Meuwodide.
Hal ini merupakan suatu refleksi fakta dari saya, seketika
saya pulang kampung pada bulan Desember 2012, kemarin. Dan hal inilah yang merupakan suatu tradisi realitas yang sedang
terjadi dan berkembang saat ini khususnya di pelosok pegunungan tengah Papua,
Meuwodide.
Oleh: Dogomo Yan.
0 komentar